PurnamaOnline

Media publikasi online Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

FKM Universitas Jember

Berkualitas, Profesional Berbasis Agro-Coastal Community, Berwawasan Lingkungan

Partisipasi FKM UNEJ di 8th International Youth Friendship Camp

Posted by

Pada 24-28 Februari 2019 AYFN (ASEAN Youth Friendship Network) menyelenggarakan 8th International Youth Friendship Camp (IYFCamp) di Bali, Indonesia. Dwi Estu Pratiwi yang biasa disapa Tiwi merupakan salah satu peserta yang mengikuti program IYFCamp by AYFN batch 8 di Bali. Program ini diikuti oleh 13 peserta yang beberapa diantaranya berasal dari Filipina dan Timor Leste.

IYFCamp memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat dunia dengan menjadi siswa global yang mengikuti program pertukaran budaya. Tiwi menuturkan AYFN memberikan fasilitas kepada pesertanya untuk bisa menambah wawasan dan  pengetahuan mereka mengenai budaya baru, membangun rasa percaya diri serta mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan orang yang berasal dari negara yang berbeda serta membangun jaringan global dengan masyarakat ASEAN. “Dalam program ini kami melakukan kegiatan seperti diskusi terkait masalah global maupun masalah yang sedang berkembang di negara asal kami. Membuat proyek kelompok, belajar berbagai bahasa nasional, disana kami juga memiliki kesempatan untuk bertukar bahasa nasional dan mempelajarinya meskipun dalam berkomunikasi sehari-harinya kami menggunakan bahasa Inggris. Kegiatan terakhir yang kami lakukan disana adalah melakukan perjalanan ke situs budaya, sejarah, belajar memasak makanan tradisional serta tarian Bali”.

Bali dipilih menjadi tempat penyelenggaran acara karena Bali merupakan kota yang kaya akan budaya, sejarah serta keindahan alamnya yang selalu memukai setiap WNA yang berkunjung. Salah satu tempat yang dikunjungi berlokasi di daerah pedesaan yang masih asri dan belum banyak terpengaruhi oleh hiruk pikuk keramaian kota yakni The Aura Shanti Retreat. Di tempat tersebut peserta diajak untuk melakukan kegiata memancing, menyusuri sungai dan menuju tempat pemandian suci. “Bagi seorang mahasiswa kesehatan masyarakat pengalaman ini merupakan kesempatan untuk belajar secara tidak langsung mengenai konservasi dan pengelolaan sumber daya air yang digunakan masyarakat sekitar” ujar Tiwi, mahasiswi semester 4.