PurnamaOnline

Media publikasi online Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

FKM Universitas Jember

Berkualitas, Profesional Berbasis Agro-Coastal Community, Berwawasan Lingkungan

, ,

Pengabdian Kepada Masyarakat: “Djeladjah Pulau Dewata” oleh Wonderful Indonesian Social Humanity (WISH)

Posted by

Wonderful Indonesian Social Humanity (WISH) merupakan sebuah Non-Government Organization yang memiliki tiga program utama yaitu Capacity Building, #HalloLocalHero dan Community Empowerment and Development. Dalam melaksanakan tiga program tersebut, WISH mensinergikan antara Pemerintah Daerah, Masyarakat dan Pemuda-Pemudi Indonesia agar bisa menghasilkan sebuah inovasi dan gerakan yang bermanfaat dan berdampak luas. Lokasi pengabdian masyarakat yaitu di Tegalalang, Ubud, Bali. Tegalalang adalah nama sebuah kecamatan yang terdapat di wilayah kabupaten Gianyar, propinsi Bali. Letaknya 35 km dari Denpasar, 16 km dari pusat kabupaten Gianyar dan 6 km dari Ubud.

Bali adalah wilayah yang mendapat pukulan cukup telak selama pandemi Covid-19. Sebagai sebuah wilayah di Bali, Ubud juga turut merasakan dampaknya. Ubud secara administratif masuk di Kabupaten Gianyar Provinsi Bali. Penduduk Kabupaten Gianyar menurut sensus terakhir berjumlah 421.067 orang dengan rata-rata kepadatan 1.144 jiwa/km2. Mayoritas penduduk Kabupaten Gianyar beragama Hindu, 97.82% dari semua umat yang ada. Penduduk Kabupaten Gianyar mempunyai beragam mata pencaharian diantaranya sebagai petani, pedagang, pegawai negeri, pegawai swasta, pengerajin dan nelayan.

Daerah ini identik dengan seni, budaya serta keindahan alam pedesaan. Sebagai pusat seni dan budaya ada aneka ragam macam seni lukis, seni ukir, seni patung, seni tari dan seni musik traditional Bali di wilayah ini. Sedangkan potensi wisatanya juga bermacam-macam mulai dari pura, goa, sawah berbentuk terasering, candi, pasar dan lain-lain. Sekalipun memiliki potensi yang beraneka ragam, penurunan pengunjung dan pariwisata di daerah ini tetap tak luput dari pandemi dua tahun belakangan. Sektor pariwisata yang biasanya menjadi motor penggerak perekonomian, mendadak menjadi prioritas nomor sekian. Hampir dua tahun kondisi Bali menjadi sepi pengunjung dan roda perekonomian melambat. Menyisakan orang-orang yang menurun penghasilannya hingga terancam kehilangan pekerjaan.

Fakta-fakta yang ada membuat Wonderful Indonesian Social Humanity (WISH) tergerak untuk mengajak teman-teman pemuda-pemudi di seluruh Indonesia guna berkolaborasi bersama. Tajuk kegiatannya adalah Community Development based on Storynomic Tourism di Era New Normal dengan nama Djeladjah Pulau Dewata. Pengiriman delegasi sebagai relawan dalam kegiatan Djeladjah Pulau Dewata merupakan suatu bentuk kegiatan untuk pengembangan kemampuan mahasiswa, sebagai wadah mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dibangku kuliah, serta dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Kegiatan ini mengangkat tiga divisi pengabdian yaitu: ekowisata, kesehatan dan pendidikan. Berikut adalah uraian program kerja divisi Kesehatan:

1. Sosialisasi COVID-19, Manajemen Stres dan PHBS

 

 

Sosialisasi ini ditujukan kepada orang tua, yang pada saat itu sedang melakukan senam rutinan setiap minggunya. Sebelum dilakukan sosialisasi materi, delegasi melakukan senam bersama dengan masyarakat setempat. Senam yang dipersembahkan oleh delegasi WISH dari divisi kesehatan yaitu senam gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan. Setelah senam selesai, kemudian dilakukan pembagian leaflet, handsanitizer dan juga air minum.

Adapun materi sosialisasi dibagi menjadi tiga yaitu: mengenai pengantar COVID-19 meliputi pengertian, gejala-gejala dan penyebab penyebaran virus COVID-19, sosialisasi PHBS pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru meliputi pengertian PHBS, aspek-aspek PHBS seperti rutinitas cuci tangan pakai sabun, penggunaan masker, jaga jarak, tidak merokok, aktivitas fisik, etika batuk dan bersin, berjemur dipagi hari, konsumsi pola makan sehat, menggunakan air bersih dan kebersihan diri dan lingkungan, dan materi terakhir mengenai manajemen stres meliputi pengertian stres, stres akibat pandemic COVID-19 secara general, manajemen stres dan tips produktif selama pandemi. Setiap pemapamaran materi, peserta diminta untuk aktif bertanya dan menjawab. Bagi peserta yang aktif, panitia telah menyediakan hadiah berupa kebutuhan pokok sehari-hari. Hadiah yang diberikan sebanyak 4 paket hadiah.

2. General Check Up

General check up ditujukan kepada orang tua dan lansia yang ada di desa Banjar Pujung Kelod dan Banjar Pujung Kaja. Pemeriksaan general check up diadakan bertujuan untuk mengontrol kesehatan masyarakat terutama pada usia dewasa hingga lansia. Peserta general check up berusia 25–70 tahun. Pemeriksaan yang dilakukan pada general check up yaitu konsultasi dengan dokter terhadap kondisi tubuh serta keluhan yng dirasakan, cek tensi, cek gula darah, cek kolesterol dan cek asam urat. Peserta juga dijelaskan mengenai pantangan makanan terhadap keluhan yang dirasakan. Setelah itu, peserta diberikan vitamin dan obat pengantar lainnya. Jumlah peserta general check up mencapai ±75 peserta.

3. Sosialisasi Cuci Tangan dan Gosok Gigi yang Benar

Sosialisasi ini ditujukan kepada anak-anak Sekolah Dasar yang ada di SDN Pujung Kelod dengan rentang SD kelas 1 – 4. Sosialisasi dilakukan secara bergantian sesuai dengan urutan kelas masing-masing, Pada sosialisasi cuci tangan, sebelum diberikan materi, peserta diminta untuk mengikuti aturan permainan menggunakan cat tangan berwarna merah, kuning, hijau dan juga biru pada kedua telapak tangan masing-masing peserta, kemudian setiap peserta secara bergantian menempelkan tangannya pada banner yang telah disediakan. Setelah itu, berpindah ke pos selanjutnya untuk dijelaskan materi tentang enam langkah cara cuci tangan yang benar dan juga acara penerapannya.

Setelah pos cuci tangan selesai, peserta berpindah ke pos gosok gigi. Pada pos gosok gigi, peserta diberikan sikat gigi masing-masing dan juga air minum yang digunakan untuk berkumur. Sebelum penerapan, peserta diberikan penjelasan mengenai urutan cara gosok gigi yang benar. Setelah itu, peserta diberikan odol pada sikat gigi masing-masing dan kemudian peserta dipersilahkan untuk penerapannya. Rute pos bergantian seterusnya. Peserta yang aktif dalam menjawab kuis dan benar dalam penerapan cuci tangan dan gosok gigi akan diberikan hadiah yaitu berupa peralatan tulis. Media pemaparan materi yang digunakan yaitu media poster.

Ditulis oleh: Puspita Ayu Antari